Usaha Kecil Di Masa Pandemi

Usaha Kecil Di Masa Pandemi – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor utama yang menggerakkan perekonomian masyarakat. Secara riil, sektor ini memiliki kontribusi yang cukup besar, yakni mencapai 60,3% dari total produk domestik bruto Indonesia.

Besarnya dampak sektor UMKM juga terlihat dari jumlahnya di Indonesia yang saat ini mencapai 64,2 juta unit. Mata rantai utama perekonomian nasional mampu menyerap 97% dari total angkatan kerja dan 99% dari total penyerapan tenaga kerja.

Usaha Kecil Di Masa Pandemi

Usaha Kecil Di Masa Pandemi

Adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) berdampak pada pelaku di sektor UMKM. Tak terkecuali UMKM sebagai mitra binaan (MB) perusahaan publik Jasa Tirta I (PJT I).

Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Melaksanakan Pelatihan Kapasitas Dan Kualitas Sdm Koperasi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Yang Diikuti 230 Peserta Yang Di Bagi Di 4 Hotel Di Provinsi

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sebagian besar wilayah memberikan pukulan telak bagi pelaku UKM. Turunnya permintaan produk MB dan terhambatnya pasokan bahan baku produksi mengganggu kelancaran usaha mereka.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PJT I memiliki tanggung jawab sosial, salah satunya memperkuat perekonomian masyarakat dengan memberikan bantuan pinjaman usaha dan pelatihan bagi UKM di wilayah kerja perusahaan.

Di masa transisi pasca Covid-19 ini, diperlukan dukungan untuk menghidupkan kembali sektor UKM. PJT I juga berusaha mengambil langkah konkrit di bawah kepemimpinannya untuk melindungi seluruh UKM. Untuk membantu MB, PJT I memberikan insentif berupa penundaan pembayaran pokok pinjaman.

Hal tersebut merupakan salah satu upaya mitigasi dampak pandemi Covid-19 yang dilakukan manajemen melalui SK direksi PJT I nomor 0018/KPTS/DRUT/V/2020. “Jadi mulai 1 April 2020 hingga 31 Maret 2021, MB akan kami bebaskan dari pembayaran cicilan pokok pinjaman. Kami berharap melalui program ini dapat membantu para pelaku di sektor UMKM, terutama di masa pandemi ini,” ujar Nina Meita Sari, Ketua Pengelola PKBL PJT I.

Baca Juga :  Usaha Yang Menjanjikan Saat Pandemi

Pengaruh Pembiayaan Ultra Mikro Pt. Pegadaian Cabang Palu Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Masa Pandemi Covid 19

Pemberian insentif ini diharapkan dapat meringankan beban mitra asuh untuk tetap bertahan di tengah kondisi ekonomi yang melemah akibat pandemi Covid-19.

Selain kebijakan stimulus untuk mendukung upaya pemerintah memulihkan sektor usaha kecil menengah, tahun ini PJT I akan terus mengoptimalkan penyaluran dana dari program kemitraan. Pada semester pertama tahun 2020, PJT I akan menyalurkan dana dari program kemitraan kepada 69 mitra binaan di seluruh wilayah kerja.

Mitra UMKM yang menjadi sasaran pengembangan perusahaan lebih diutamakan daripada pelaku UMKM yang sebelumnya menjadi mitra budidaya PJT I. Kegiatan usaha MB PJT I cukup beragam mulai dari industri, perdagangan, perkebunan, peternakan, pertanian, perikanan dan jasa. Beberapa mitra binaan berhasil meningkatkan omzet dan menjadi leader MB, seperti pemilik butik Lurik Senthir di Solo, Indrias Tri Purwanti.

Usaha Kecil Di Masa Pandemi

Tri mengaku bisa menggunakan pinjaman usaha dari dana Program Kemitraan PJT I untuk mengembangkan usahanya sekaligus mengekspor produknya ke Jerman dan Australia. PJT I sebagai BUMN berupaya untuk menjaga kelangsungan usaha usaha kecil dan menengah di wilayah kerjanya melalui program kemitraan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri. Usaha menengah (UMKM) menghidupkan kembali perekonomian di tengah pandemi.

Di Masa Pandemi Covid 19 Pemerintah Berikan Relaksasi Kepada Umkm Yang Sudah Jadi Debitur Kur

. Di tengah pandemi ini, kita perlu menerapkan protokol kesehatan dalam bertransaksi, maka digitalisasi menjadi langkah yang harus dilakukan oleh UMKM kita,” kata Otoritas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Drs Beni Sampirwanto MSI saat talkshow bertajuk “Bangkitkan Sektor UKM masa depan. Pandemi dengan inovasi dan teknologi” di Madiun, Rabu (24/02).

Baca Juga :  Peluang Online Shop

Dikatakannya, UKM di Jatim berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang relatif besar. Saat ini mayoritas UMKM di Jawa Timur terdampak pandemi Covid-19. Namun, beberapa UMKM lainnya memiliki omzet yang bagus bahkan lebih tinggi. Misalnya, UKM yang bergerak di bidang kesehatan dan logistik.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk menghidupkan kembali UMKM yang terdampak pandemi, pemerintah telah memberikan bantuan berupa insentif dan pelatihan bagi para pelaku UMKM, baik yang tergabung dalam Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) maupun yang tidak, untuk melanjutkan. mengembangkan.

Akademik dan Wakil Rektor Dr. Universitas Soetomo Surabaya, Dr. Meithiana Indrasari ST MM, mengatakan penyumbang ekonomi terbesar di Jawa Timur adalah para pelaku usaha UMKM, sehingga tentunya saat ekonomi lesu, para pengusaha inilah yang paling stres.

Siasat Umkm Lewati Pandemi

Kepala Departemen Pengembangan Ekonomi Bakorwil 1 Madiun, Drs. Edi Wibowo, mengatakan kondisi UMKM di Madiun di tengah pandemi masih baik. Setiap daerah memiliki karakteristik produk unggulan, namun secara umum Kabupaten Madiun masih stabil terutama pada sektor makanan dan minuman. Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Ditjen Kekayaan Negara) memastikan sosialisasi lelang sukarela bagi usaha mikro, kecil dan menengah, Senin (28 September). Acara online ini bertujuan untuk memberikan informasi akurat terkait layanan lelang untuk mendukung kegiatan ekonomi UMKM di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

“Melalui layanan lelang digital dan unit kerja kami yang tersebar di seluruh Indonesia, kami berharap dapat membantu para pengusaha UMKM menjual produknya,” kata direktur lelang Joko Prihanto.

Kasubdit Lelang III Nunung Eko Laksito mengatakan lelang memiliki keunggulan sebagai sarana jual beli yang sederhana, objektif, dan aman. Kesederhanaan lelang memanifestasikan dirinya dalam fase yang berbeda, dimulai dengan akses, mencari objek dan berakhir dengan transaksi. Pelelangan juga harus didahului dengan pengumuman, harus transparan dan dilakukan sesuai ketentuan untuk menjaga objektivitas. Keamanan lelang juga tetap terjaga karena pelaksanaannya harus di depan pejabat lelang, dengan penjual dan peserta yang diverifikasi dan dikonfirmasi dalam berita acara lelang.

Baca Juga :  Bisnis Yang Cocok Buat Mahasiswa

Usaha Kecil Di Masa Pandemi

“Situs lelang online kami aukcie.go.id juga telah tersertifikasi lolos uji keamanan BSSN (Badan Nasional Layanan Siber dan Kriptografi),” kata Eko.

Usaha Pemerintah Di Era Pandemi

Alasan lain menggunakan aukcie.go.id dikemukakan Kepala Bidang Pengembangan Lelang II B, Wisnu Ary Pratama. Menurut dia, harga barang lelang yang dijual melalui aukciu.go.id secara umum mengalami kenaikan persentase yang cukup signifikan. “Ini adalah peningkatan 8,51% dalam lelang penawaran tertutup dan 2,74% dalam penawaran terbuka dari harga aslinya. Itu yang menarik dari pelelangan kami,” kata Višnu.

Sosialisasi ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, koperasi dan perwakilan dari berbagai dinas perindustrian dan niaga di Indonesia. Selain lelang, kegiatan ini juga mengedukasi peserta dengan penjelasan mengenai lelang sukarela dan Pejabat Lelang Kelas II yang disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Balai Lelang Indonesia (PERBALI) Daddy Doxa Manurung dan Ketua Umum Persatuan Pejabat Lelang Kelas II Indonesia (PPL2I). ) Menyenangkan. (nf/bril-humas)

Peta Situs | Email Kementerian Keuangan | Pertanyaan yang Sering Diajukan | Asumsi | Bijaksana | LPSE | Hubungi kami | Pendapat

Usaha modal kecil di masa pandemi, usaha online di masa pandemi, contoh usaha di masa pandemi, tips usaha di masa pandemi, ide usaha di masa pandemi, jenis usaha di masa pandemi, usaha kuliner di masa pandemi, usaha sampingan di masa pandemi, peluang usaha di masa pandemi, usaha apa di masa pandemi, usaha di masa pandemi, usaha umkm di masa pandemi

Tinggalkan komentar