Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat – Perintah membayar zakat adalah wajib bagi setiap muslim yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik. Bagi umat Islam yang tidak mampu membayar biaya hidup, mereka tidak diwajibkan membayar zakat, sebaliknya mereka harus diberi zakat.

Siapakah orang yang berhak menerima zakat? Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 60 berikut ini. “Zakat itu sesungguhnya hanya untuk fakir, fakir, pengurus zakat, muallaf yang terbujuk hatinya, untuk (membebaskan) hamba, orang yang terlilit hutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang di jalan, sebagai ketetapan yang diwajibkan oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 60)

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

Orang miskin adalah orang yang tidak memiliki harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut mazhab Syafi’i, orang miskin boleh memiliki harta dan usaha, tetapi kurang dari separuh kebutuhannya.

Bagaimanakah Hukum Zakat Hasil Penjualan Tanah?

Yang disebut orang miskin adalah orang yang tidak memiliki mata pencaharian yang cukup dan berada dalam keadaan serba kekurangan. Menurut pandangan mazhab Syafi’i, fakir miskin adalah mereka yang dapat memenuhi kebutuhan lebih dari separuh kebutuhannya, tetapi tidak cukup. Orang miskin berbeda dengan fakir yang tidak punya apa-apa.

Dalam pelaksanaan zakat, terdapat panitia yang mengurusi pelaksanaan zakat. Pengurus zakat yang tugasnya mengumpulkan dan menyalurkan zakat juga termasuk yang berhak menerima zakat.

Adalah orang yang berharap masuk Islam atau orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. Mereka juga termasuk yang berhak menerima zakat.

5. Budak Riqab atau Budak atau Budak, dalam prakteknya saat ini sudah tidak ada lagi. Namun istilah ini juga bisa dikaitkan dengan upaya pembebasan umat Islam yang ditawan oleh pihak lain.

Kamu Harus Tau!! Golongan Ini Yang Berhak Menerima Zakat

6. Orang yang Berhutang Seorang muslim yang terlilit hutang (gharim) termasuk dalam penerima zakat. Ulama Jumhur berpendapat bahwa gharim dapat dibagi menjadi dua golongan. Yang pertama adalah orang berutang untuk kepentingan diri sendiri atau keluarga. Kedua, orang berutang untuk kepentingan orang banyak, misalnya berutang untuk mendamaikan orang yang berselisih, dan seterusnya.

Gharim berhak menerima zakat hanya jika utangnya untuk kepentingan yang diperbolehkan oleh syariah, bukan karena kemaksiatan. Juga, jika seseorang terlilit hutang, tetapi dapat membayar hutang itu dengan harta yang dimilikinya, maka ia tidak berhak menerima zakat.

7. Sabilillah Sabilillah adalah orang yang memperjuangkan kepentingan Islam dan umat Islam. Dalam hal ini, di zaman modern ini, sabilillah tidak hanya bisa diartikan sebagai orang yang berjuang secara fisik, tetapi juga orang yang beramal untuk kemaslahatan umat.

Baca Juga :  Poster Hemat Energi Listrik Di Rumah

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

8. Ibnu Sabil Ibnu Sabil yang dimaksud adalah orang yang sedang dalam perjalanan dan bukan orang yang menderita dalam perjalanan untuk tujuan melakukan kejahatan Wahai para sahabat, sudah menjadi perintah Allah untuk melindungi umatnya dalam mengelola harta. Orang-orang diperintahkan untuk menyisihkan sebagian hartanya untuk dialihkan kepada yang berhak. Lalu siapa yang berhak menerima?

Bersihkan Harta Dengan Zakat Akhir Tahun

Sejauh ini ada tiga kelompok sederhana yang dapat menerima . Mereka adalah muzakki, pemberi; kemudian amil, orang atau lembaga yang berhasil menarik diri dari membagikannya kepada yang berhak; dan mustahik, mereka yang berhak mendapatkannya.

Dalam Alquran jelas tertulis bahwa ada delapan golongan yang berhak menerima. Dalam surat At Taubah ayat 60, Allah berfirman “Sesungguhnya – bahwa hanya bagi orang-orang fakir, fakir, pengurus, muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (membebaskan) budak, debitur, untuk jalan Allah dan orang-orang yang di jalan, sebagaimana sesuatu yang dituntut oleh Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Pertama, Al-fuqara’ atau faqir (orang miskin), yaitu orang yang hidupnya sangat sengsara, tidak memiliki harta dan tidak memiliki tenaga untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Orang miskin adalah salah satu orang penting yang berhak menerima karena sangat membutuhkannya karena tidak memiliki barang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kedua, Al-Masakin atau orang miskin. Orang miskin berbeda dengan orang miskin, ia tidak melarat, ia memiliki penghasilan dan pekerjaan tetap tetapi dalam keadaan serba kekurangan, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya. Misalnya, seseorang bekerja sebagai pemungut sampah, tetapi penghasilannya hanya menutupi setengah dari kebutuhannya. Orang-orang seperti itu memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Delapan Golongan Yang Berhak Diberikan Zakat Fitrah

Ketiga, Al’amilin atau amil (panitia). Amil adalah orang yang dipilih oleh penguasa untuk mengumpulkan dan membagikan kepada yang berhak menerimanya. Amil adalah mereka yang ahli dalam penanganan. Mereka harus memenuhi syarat-syarat tertentu, yaitu muslim, lincah dan dewasa, mandiri, adil (bijaksana), mendengar, melihat, laki-laki dan memahami hukum agama.

Keempat, Almuallafah, yaitu orang yang baru masuk Islam dan belum yakin dengan keimanannya. seorang muallaf berhak menjadikan mereka yang baru masuk Islam dalam keadaan harta yang sedikit dan iman yang lemah harus didekati dengan pertolongan.

Kelima, Dzur-Riqab atau budak, yaitu orang yang ingin membebaskan diri dari majikannya dengan uang tebusan. dalam hal ini berfungsi untuk membebaskan seorang muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. Atau, juga digunakan untuk membebaskan seorang budak muslim dari tuannya sehingga dia bebas.

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

Keenam, Algharim atau orang yang terlilit hutang. Mereka yang memiliki hutang meskipun mampu mampu, bisa mendapatkan bantuan dari . Ketujuh, Fi sabilillah, yaitu orang yang berperang di jalan Allah (Sabilillah) tanpa pamrih karena rela bekerja dan berjuang di jalan Islam.

Baca Juga :  Kemampuan Menebal Dan Memipih Pada Lensa Disebut

Golongan Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah

Dan terakhir, kelompok kedelapan adalah Ibnu Sabil. Ibnu Sabil, salah seorang yang berhak menerimanya adalah seorang musafir dalam perjalanan (Ibnu Sabil) yang tidak berniat maksiat di negeri asing, kemudian mengalami kesulitan dan kesengsaraan dalam perjalanannya.

Dengan membaca artikel ini, Anda akan mengetahui siapa yang berhak menerima . Jika sudah menjadi orang yang wajib membayar, jangan lupa lakukan di lembaga yang terpercaya dan terpercaya.

Terdiri dari 8 bab yang memberikan pemahaman tentang pentingnya Syariah, jenis-jenisnya dan segala hal yang paling sering ditanyakan tentang Mustahik adalah golongan yang berhak menerima, sedangkan yang mengeluarkan disebut muzakki. Muslim harus membayar ketika aset mereka mencapai nisab. Nilai nominal aset yang harus dikeluarkan atau dikurangkan adalah 2,5% dari kelas aset seperti income dan mall.

Sebelum melanjutkan membaca artikel ini, ada baiknya Anda memahami pengertian dan muzakki sebagai orang yang mengeluarkan . merupakan rukun Islam yang keempat. Islam membagi mustahik menjadi 8 golongan atau asnaf yang penting untuk Anda ketahui:

Surat At Taubah Ayat 60

Infografis yang menarik ini akan menyadarkan Anda bahwa 8 kelompok tersebut memiliki masalah dan karakteristik yang berbeda sebagai penerima manfaat:

Jangan di skip, berikut penjelasan lengkap dan mendasar mengenai 8 kelompok orang yang berhak menerima yang akan membuat Anda langsung paham bahwa uang Anda tersalurkan ke orang yang tepat:

Kelompok fakir dan miskin seperti mustahik merupakan warga muslim yang harus diutamakan dalam hal penerimaan. Penyaluran dana kepada fakir miskin ada dua macam, yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk berwirausaha. Untuk teman-teman lainnya, Anda dapat membaca artikel berikut:

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

Ketika berbicara tentang kemiskinan, seseorang yang tidak dapat menyediakan setengah dari kebutuhan pokok dan tanggungan mereka (istri dan anak), seperti sandang, pangan dan papan.

Inilah 8 Golongan Yang Berhak Menerima Zakat Dalam Islam

Orang miskin adalah seseorang yang hanya dapat memenuhi setengah atau lebih dari kebutuhan dasarnya dan tanggungan mereka. Namun, itu tidak dapat memenuhi semua kebutuhan mereka.

Pada masa awal perkembangan Islam, juga digunakan untuk menghapuskan sistem perbudakan dengan cara membebaskan budak dari tuannya. Setelah dibebaskan, budak tersebut memiliki kebebasan untuk hidup layak.

Mengutip Dewan Syariah Dompet Dhuafa, Izzuddin Abdul Manaf, Lc. MA, secara bahasa, riqab adalah jamak dari raqabah yang artinya leher (leher), seluruh tubuh disebut anggota tubuh karena begitu berharganya nilai anggota tubuh ini. Kata raqabah digunakan secara mutlak dengan arti budak, jadi riqab adalah budak yang dimiliki oleh seseorang. Riqab dan di sini termasuk amukatab, yaitu seorang budak yang mengadakan akad dengan majikannya untuk menebus dirinya atau ghairumukatab.

Baca Juga :  Kumpulan Soal Bahasa Inggris Sma Kelas 11

Menurut Yusuf Qardawi, Riqab adalah bentuk jamak dari Raqabah. Istilah dalam Al-Qur’an ini berarti hamba laki-laki (abid) dan bukan hamba perempuan (amah). Istilah ini dijelaskan dalam kaitannya dengan pembebasan atau pelepasan. Seolah-olah Al-Qur’an mengisyaratkan dengan makna kiasan ini, bahwa perbudakan bagi manusia tidak ada bedanya dengan belenggu yang mengikat mereka.

Infografis Siapa Saja Yang Berhak Menerima Zakat?

Sebagian besar pekerja migran Indonesia (BMI) menghadapi kondisi kerja paksa dan perbudakan utang (dipaksa bekerja karena memiliki utang) di negara-negara Asia yang lebih maju dan Timur Tengah, terutama Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Jepang, Kuwait, Suriah, dan Irak.

Pada tahun ini, jumlah orang Indonesia yang mencari pekerjaan di luar negeri mencapai angka tertinggi. Diperkirakan terdapat 6,5 juta hingga 9 juta pekerja migran Indonesia di seluruh dunia, termasuk 2,6 juta di Malaysia dan 1,8 juta di Timur Tengah. Diperkirakan 69% dari seluruh tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah perempuan dan lebih dari 50% tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah anak-anak.

LSM Migrant Care Indonesia memperkirakan 43% atau sekitar 3 juta tenaga kerja Indonesia di luar negeri menjadi korban

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat

Secara bahasa gharimin atau gharim adalah orang yang terlilit hutang atau orang yang terlilit hutang. Salah satu kelompok penerima ini dikategorikan sebagai penerima yang wajib kami berikan yang terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

Siapa Yang Berhak Menerima Zakat?

Tidak semua orang yang berhutang disebut mustahik dan berhak menerima. Ada kriteria yang ditentukan, salah satunya adalah seseorang tidak memiliki harta untuk melunasi utang. Kekayaan yang dimilikinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kriteria lengkapnya bisa dibaca di sini, ya!

Mualaf adalah orang yang baru saja masuk Islam. Karena masih menyesuaikan diri dengan kehidupan baru, muallaf juga termasuk yang berhak mendapat dukungan dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan dalam memeluk Islam.

Diberikan kepada mualaf memiliki peran sosial sebagai alat untuk mempererat persaudaraan

Siapa saja yang berhak menerima zakat penghasilan, siapa saja yang berhak menerima zakat mal, siapa yang berhak menerima zakat penghasilan, siapa yang berhak menerima sedekah subuh, yang berhak menerima zakat, orang yang berhak menerima zakat disebut, siapa yang berhak menerima zakat fitrah, siapa yg berhak menerima zakat, siapa saja yang berhak menerima zakat, siapa yang berhak menerima zakat mal, sebutkan 8 golongan yang berhak menerima zakat, siapa saja orang yang berhak menerima zakat

Tinggalkan komentar